Stop Bullying and Let's Moving On

April 15, 2019



Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan itu lebih baik dari mereka yang mengolok-ngolok 
(QS Al-Hujurat : 11)


Heboh kasusnya Audrey yang terkena penyiksaan dari teman-temannya karena perundungan atau bully. Jadi mengingatkan aku tentang masa sekolah dulu. Mungkin dulu masalah bullying dan perundungan gak sampai jadi viral kayak sekarang. Banyak anak-anak yang terkena bullying pada saat itu lebih memilih diam saja tapi lama-lama hilang dari sekolah. 

Di tulisanku kali ini, aku hanya ingin berbagi pengalaman tentang kasus bully disekolah yang pernah aku dan temanku alami.

Kelas XI Sekolah Menengah Atas - Tahun Yang Memuakkan

Kelas XI atau kelas 2 SMA, kira-kira sekitar tahun 2005-2006. Aku sekolah di salah satu SMA Negeri yang cukup bagus dan mempunyai visi "Iman dan Taqwa". Gambaranku mengenai rok pendek saat sekolah SMA nyatanya hanya angan-angan. Di sekolahku ini, semua siswi wajib menggunakan seragam panjang meskipun tidak diwajibkan menggunakan hijab. Tapi ternyata meskipun begitu ada hikmah dan baik untukku. Aku terhindar dari cara berpakaiaan ketat dan pendek (kebayang dulu seperti apa, hehe)

Kurikulum berganti, saat aku dinyatakan naik kelas ke kelas XI penjurusan pun sudah dimulai. Ada 3 pilihan kelas yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Tapi sayang kelas bahasa ini gak ada peminatnya sehingga yang terbentuk hanya 5 kelas IPA dan 4 kelas IPS. Aku berpisah dengan teman kelas X karena dari kami berlima hanya aku yang memilih jurusan IPS (maklum aku benci matematika dan fisika saat itu).

Hari kelam itu dimulai, ternyata pilihan IPS itu membuatku bertemu dan sekelas dengan "geng" anak-anak perempuan 'populer'. Yap, bisa dibilang mereka cukup populer kala itu. Tapi bukan populer karena bidang akademiknya (hehe mungkin bisa dinilai sendiri). 

Awalnya gak pernah merasa terganggu, tapi lama-kelamaan ketidaknyamanan itu mulai datang. Entah aku pernah melakukan kesalahan apa terhadap 5 perempuan ini. Yang jelas ketika dikelas aktif sedikit diomongin, dibilang cari muka dan lain sebagainya. Parahnya lagi kadangkala omongan mereka itu terdengar jelas memekikkan ke telinga. Saat itu aku ingin berteriak, marah, sedih, nangis. Tapi apa yang aku lakukan saat itu, aku gak kuasa, aku hanya bisa diam. 


Sungguh looser!

Tapi ketika datang tugas kelompok, aku dengan legowo menerima mereka menjadi bagian dari anggota kelompokku (haha ini sebenernya gak banget sih)

Pokoknya buatku kelas XI SMA adalah tahun memuakkan. Tahun yang membuat aku demotivasi untuk datang dan belajar ke sekolah. 

Tapi Alhamdulillah, itu hanya terjadi di kelas XI. Ketika naik kelas XII semua itu berlalu. Aku? ya ini aku yang sekarang. 

Kisah si Fulanah

Kisah bullyan aku tadi mungkin masih bisa dibilang biasa, gak extreme meskipun tetap memuakkan.

Aku lebih kasian dengan teman sekelasku yang lain. Sebut saja namanya Fulanah. Fulanah  seorang perempuan berhijab yang selalu sendiri. Di kelas XI, gak ada satupun yang mau menemaninya duduk. Fulanah memilih duduk sendiri di bangku paling depan. Orangnya pendiam. Saking pendiamnya aku gak inget pernah ngobrol dengannya atau gak.

Saat itu aku pun muak, melihat hampir semua anak lelaki dikelas membullynya. Fulanah selalu jadi bahan ejekan dan cemoohan. Tapi dia selalu diam, menyendiri. Kadang aku perhatikan raut mukanya sendu. Aku tahu, itu pasti menyakiti hati dan harga dirinya. Sedihnya lagi aku, iya aku yang teman sekelasnya pun gak bisa bantu dan nolongin dia kala itu.


Fulanah kadang keluar kelas, entah hanya untuk menghirup udara segar, entah sekedar menenangkan hati. Yang jelas semua cemoohan yang dilontarkan memang sangat menyakitkan. Bahkan sampai isi tasnya pun dibuka hanya untuk memperolok-olok dirinya.

Tapi Fulanah gak pernah sekalipun terlihat marah, entah apa yang dia rasakan kala itu. 

Buat kamu fulanah, kalau kamu ada dibelahan bumi mana di dunia ini dan membaca tulisan ini, aku yakin kamu sekarang menjadi orang yang keren dan hebat. Aku minta maaf karena dulu gak sempat mendukung dan membela kamu dari 'teman-teman' yang jahat juga dzalim itu.

Jadi, apa sih akibat bullying itu?

Dari kisah nyata yang aku dan temanku alami. Aku bisa menyimpulkan kalau akibat bullyig ini benar-benar gak hanya bisa membuat hati kita terluka tapi demotivasi juga. Menurutku ini dia beberapa akibat yang terjadi apabila kena bullying.

1. Sulit untuk move on. Meskipun kejadian bullying itu sudah lama terjadi, tapi proses move on nya seseorang itu berbeda-beda. Ada yang cepat move on ada pula yang susah move on. Bahkan ada yang sampai seumur hidup susah move on karena di bully. Ada kalimat, sakit secara fisik itu diobati akan sembut, namun sakit secara psikis itu gak ada obatnya. Pasti membekas. Sama halnya denganku, membekas dan aku belum lupa akan kejadian itu.



2. Hilangnya rasa kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Akibat sering di bully, biasanya seseorang akan semakin gak peka, semakin cuek dan gak mau peduli dengan lingkungannya. Karena mereka berpikir saat mereka dibully pun gak ada satu orang pun yang mau peduli.



3. Demotivasi dan gak percaya sama diri sendiri. Seseorang yang menjadi korban bully akan merasa kalau dirinya gak punya potensi apapun. Merasa dirinya gak berharga, sehingga orang-orang pantas mengejeknya. Mungkin untuk kasus yang lebih parah ada yang bisa sampai ingin mengakhiri hidupnya.



4. Trauma dan susah beradaptasi dengan lingkungan baru. Balik lagi ke kondisi psikologi seseorang, ada yang bisa cepat mengatasi trauma ada yang sulit sekal untuk bangkit. Bahkan apabila ditempatkan dilingkungan baru pun, akan susah beradaptasi.



Cara agar korban bully cepat move on

Setelah tahu akibat dari pembullyan itu apa, terlebih mengalaminya sendiri. Ternyata aku dan korban bully diluar sana perlu berubah, perlu move on. Lalu cara apa sih yang bisa dilakukan agar korban bully cepat move on?

1. Butuh Support System
Gak perlu banyak orang untuk menjadi support system, cukup 1 atau 2 orang terdekat yang bisa diajak bicara dan pastinya gak menjudge dan gak lelah untuk mendengarkan segala macam keluh kesah dari korban bully ini. Pasti psikologis korban bully akan lebih baik.

2. Butuh Pendalaman Agama




Agama adalah tiang untuk bersandar. Agama berbicara tentang iman. Percaya dan yakin kepada yang Maha Kuasa. Kalau udah percaya dan yakin kepada yang Maha Kuasa, dijamin anak-anak korban bully ini akan jauh lebih kuat dan lebih positif. Meskipun gak punya support system yang mendukung, tapi pasti meyakini adanya Allah yang senantiasa hadir untuk mendengarkan segala keluh kesahnya lewat doa. Bisa melakukan pendalaman agama melalui datang ke majelis ilmu, ikut kegiatan kajian dan juga kegiatan lain yang tujuannya untuk memperdalam agama.

Bisa terbayangkan kalau seseorang gak punya agama, contoh kayak di negara korea yang kebanyakan atheis. Apa yang biasa mereka lakukan saat depresi atau stres? banyak dari mereka bunuh diri. Bisa jadi, salah satunya adalah karena gak ada tempat sandaran untuk berkeluh kesah.

3. Trauma Healing



Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, korban bullying pasti memiliki bekas luka. Bisa jadi bekas luka luar dan juga luka dalam. Luka dalam disini adalah perasaan, hati, ingatan. Semuanya terkoyak. Dan ini yang aku rasakan sampai sekarang. Memaafkan iya, namun kalau ditanya lupa, buktinya aku bisa ceritakan ditulisan ini. Karena segala sesuatu yang menyakitkan biasanya membekas dan lama sembuhnya.

Kalau diperlukan dan sekiranya kondisi psikologisnya memang dibutuhkan pengobatan lebih lanjut bisa dilakukan trauma healing. Sekarang banyak macamnya bukan hanya ke seorang psikolog, bisa therapy energi, bisa juga rukyah syar'i.

4. Butuh Lingkaran Pertemanan yang Lebih Baik




Cara terakhir yang pastinya cocok untuk membuat korban bully cepat move on menurut aku adalah dengan adanya lingkungan pertemanan yang jauh lebih baik. Contohnya ikut bergabung dengan komunitas majelis ta'lim, bergabung dengan komunitas olahraga, bergabung dengan komunitas yang meiliki hobi yang sama seperti memasak, memotret, menulis dan juga komunitas-komunitas dengan lingkungan positif lainnya.


***

Itu dia sedikit pengalamanku waktu jadi korban bully, dan cara cepat move on aku agar gak jadi orang yang pendendam apalagi sampai bisa merisak generasi selanjutnya. Aku harap dari tulisan aku ini, dapat memberikan sedikit motivasi buat kamu yang pernah ngalamin hal yang sama. Tenang, kamu gak sendirian dan manfaatkanlah sisa waktu hidupmu untuk berbahagia.

Stop Bullying and Let's Moving On. Selamat Berbahagia.




*) pict credit by pixabay.com dan pexels.com

You Might Also Like

38 Comments

  1. Anak keduaku adalah korban bullying saat sekolah dasar, sampai sekarang dia SMP kelas 3 masih teringat jelas peristiwa bullying itu. Makanya aku no tolerance for bullying

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju bun no tolerance banget sama yang namanya bullying

      Delete
  2. Duh jadi ingat teman SMPku dulu yang dibully rame-rame dipanggil Vietkong. Anaknya jadi mudah marah dan sedikit tertekan. Stop bullying, ini yang harus kita tekankan pada anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahkan jadi ngaruh banget sama psikologis dan gak bisa disalahin juga orang lingkungannya yang membentuk dia jadi pemarah

      Delete
  3. bullying mmg kajian yg mngerikan dimana-mana. dan yg dibully umumnya akan sll tampil lbh sukses dunia akhirat insya Alloh y mb <3. semangat mb. salam kenal ^^

    ReplyDelete
  4. Semoga anak-anakku terhindar dari perundungan apa pun bentuknya. Saya juga korban bully waktu SMP. Sampai sekarang rasa itu masih membekas.

    ReplyDelete
  5. ternyata hampir semua orang meskipun itu di zaman dulu juga merasakan bullying. tapi mungkin zaman dulu orang-orang belum aware seperti sekarang. berarti tugas kita adalah lebih peka terhadap anak-anak kita sekarang ya mbak. terimakasih sudah berbagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener mungkin dulu mikirnya yaudahlah temen-temen yang sirik tapi kalo dipikirin emang ngaruh banget sama psikologis plus motivasi yah mbak.. betul kalo sekarang karna udah ada pengalaman kita wajib lebih aware sama anak-anak

      Delete
  6. Mbak mega ada salah tulis di "cara agak .... move on" yang betul "agar" kali ya?

    Aku dulu pernah merasakan dibully di lingkungan baru. Alhamdulillah lama berselang mereka bisa menerima perbedaan. Sama juga mbak.. mereka yang mendekat dan minta tolong 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha siap mbak typo aku betulkan. Nah bener yah kadang mereka teh suka muka tembok ujug-ujug minta bantu wew ah

      Delete
  7. saya engak pernah dibully sih. apa saya yang enggak sadar kalau dulu pernah di bully wkkw. tapi miris banget denger kabar bullying di sekolah. yaampun kasian. Semoga kita bisa mendidik anak-anak kita untuk enggak membully temannya dan semoga bukan juga jadi korban bully. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak kalo ga pernah. Semoga yah setelah banyak kejadian tentang bullying kita jadi makin aware

      Delete
    2. iya kadang saya anggepnya bukan di bully sih kalau ada yang ngatain saya, anggepnya bercanda aja. kadang namanya anak-anak emang suka saling ngejek kan. tapi sambil ketawa-tawa. mungkin dulu masih standarlah enggak parah kaya sekarang sampai main fisik. Aammin semoga kita bukan termasuk yang suka bully ya. semoga kita juga bisa memberitahukan ke lingkungan sekitar untuk memberitahu bahwa bully itu enggak boleh.

      Delete
    3. Sebenernya mungkin case aku masih biasa mbak. Itu yang case temen aku itu ampe isi tasnya dibuka-buka dikeluarin terus diejek. Maaf sebelumnya dulu ada sedikit aroma gak enak kalau didekatnya. dan itu jadi bahan olokan. sedih banget liat waktu sebenernya, tapi temenku itu strong banget huhu

      Delete
  8. Iya ih kasian si Audrey n korban bully-ian yg lain. Th 2010 sy ortu murid sampe ikut seminar ttg bully di sekolah SD RSBI Jakarta Barat

    ReplyDelete
  9. Memahamkan sejak kecil apa itu kekerasan yang bermanfaat yang tidak dan bagaimana menyikapinya adalah cara ms melakukan pencegahan sebelum terjadi mbak

    ReplyDelete
  10. Itulah yang bikin miris, sekolah yang harusnya jadi tempat belajar malah jadi tempat untuk bullying tumbuh subur. Guru padahal juga sudah takkurang murangnya mengingatkan untuk tidak membully, tidak mencemooh apalagi bullying fisik. Paling susah ngerem cyberbullying, karena kadang pengaruh dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga sih.
    Baiknya ya memang harus kompak antara guru, bp, siswa dan orangtua untuk mendorong saling menghargai, terbuka komunikasi, anti bullying.

    ReplyDelete
  11. Aku malah lebih senang masa2 SMA. Bullying ini memang dampaknya sangat merugikan banget buat si korban. Semoga ada solusi yang tepat agar bullying di negeri ini bisa diatasi dengan baik.

    ReplyDelete
  12. Whuaaa bullying? Dudududuh ... itulah pentingnya penguatan akhlak sejak dini.

    ReplyDelete
  13. Saya pun nggak suka Matematika...tapi untuk kasus bullying Alhamdulillah nggak pernah sampai drama begitu. Ngeri juga karena saya orangnya pendiam, penakut juga...:(

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah, aku nggak pernah menjadi korban bullying. Pernah sih diejek-ejek gitu tapi buatku itu masih bisa masuk telinga kanan keluar telinga kanan juga karena nggak kukasih kesempatan nyantol di kepala, huehehe ... Tapi memang di luar sana, banyak banget korban pembullyan ini. Miris, ya. Pelaku kurasa juga punya masalah dalam dirinya yang dilampiaskan dengan menyakiti temannya. Apa, ya? Hubungan antara orangtua dan anak yang nggak terjaga dengan baik?

    Selamat ya, Teh Mega, sudah berhasil melampaui masa lalu dan jadi sekeren saat ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin bisa jadi orang-orang yang suka membully itu orag-orang yang memang kurang kasih sayang ortu atau orang-orang terdekat mereka jadi mereka caper deh biar diperhatikan hehe

      Delete
  15. Yups mbak, sepertinya banyak orang sebenarnya juga pernah merasakan bullying ini.
    Saya pun dulu juga pernah, sewaktu masih smp.
    Gegara masalah omongan dari teman beberapa teman.
    Tapi memang benar sih beberapa tips move on dari Mbak Mega.

    Selain kita memang perlu lebih dekat dengan Alloh Swt, segera lah mencari komunitas pertemanan yang lebih baik dengan banyak berdoa.
    InshaaAlloh dibukakan pintu pertemanan dengan teman yg lain, misal komunitas ektrakurikuler dll.

    Yuk, move on yg pernah mengalami perundungan.

    Siapkan mindset di otak kita, bahwa semua ini pasti berlalu, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mbak dengan circle pertemanan yang baru insyaAllah trauma bully akan terlupakan secara perlahan

      Delete
  16. MasyaAllah semoga artikelnya ini bisa membawa manfaat pada banyak orang ya, baik pelaku atau korban. Sekarang kasus ini sering terjadi fan terekspose dengan mudah, sehingga orang bisa dengan mudah meniru, bahkan mudah tersulut emosi karena sesuatu tayangan atau tulisan yang tidak sepantasnya untuk diutarakan.
    Tantangan kita memang lebih besar untuk memeliki etika dalam berkomentar di media sosial ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak karena sekarang udah gak bersekolah lagi ya mau gak mau harus beretika ketika bermedsos karena emang medsos gak bisa dipisahkan

      Delete
  17. sy juga pernah menjadi korban bullying karena kubuh yang pendek. kesal sydah pasti ada. luka pasti ada. tp dari sana belajar sabar dan mdan menerima diri sendiri. kelakuan orng lain pada kita biar jadi pertanggungjawabannya sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seiring berjalannya waktu Allah mulai menyeleksi teman untuk kita loh mbak. Itu yang aku rasain. Alhamdulillah kini aku punya teman-teman yang satu misi yang sama-sama mau merubah ke arah yang lebih baik

      Delete
  18. Duh, akutu suka ikutan emosi kalo baca berita soal bullying gini mba euy.. Rasanya marah dan miris kalau ada orang yang begitu jahat sama orang lain. Semoga mba Mega nggak kebawa trauma ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kadang kala manusia bisa semengerikan itu

      Delete
  19. Bully...satu kata yang bisa menghancurkan pribadi seseorang... kepercayaan terhadap diri sendiri dan karakter yang kuat serta kemampuan bela diri sendiri harus dibangun dalam menanggulanginya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak satu kata berjuta kesakitan yang membekas

      Delete
  20. masalah pembullyan ini semakin lama semakin mengkhawatirkan ya...terlebih jika melihat dampak buruknya...semoga kita dan keluarga semuanya terhindar dari kasus pembullyan ini dan Allah melindungi kita semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah ya Rabb semoga kita dan anak cucu kita dihindarkan dari pembulyyan ini yah mbak

      Delete
  21. Bullying sekarang malah parah dan mengerikan. Bahkan nggak sampai di pikiran kita hal semacam itu bisa terjadi

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillah saya belum pernah jadi korban tapi tiap kali denger berita tentang perundungan atau bahkan dengar kisah teman sendiri kena bully gitu saya jga ikut prihatin dan gregetan banget mbak. Ini tindakan yang mungkin cuma terjadi lima menit, 10 menit tapi membawa trauma sampai seumur hidup bahkan bisa mengubah korbannya jadi pelaku di masa depan, jadi berantai. semoga kita semua bisa membasmi perundungan ya mbak

    ReplyDelete
  23. aku pernah ngalamin bullying pas SD. wkt itu inget banget aku dibilang item, krn dulu memang item sih hahahahaha... namanya masih anak2 yg suka main keluar. tp krn ejekan itu, aku jd ga PD ama diri sendiri. sampe akhirnya kls 2 smp mulai pake lulur yg biasa dipakai mama. mulai merawat diri lah. jdinya pas smu rada cerahan hahahaha. skr ini aku bertekad anak2ku jgn sampe terkena bully apalagi jd pelaku. hrs dr sekarang diajarin ke mereka gmn efek dari bullying dan mereka ga boleh diem kalo mengalami itu. harus berani speak up. aku jelas ga bakal diem aja klo sampe anak2 dibully :(

    ReplyDelete
  24. Y Allah, ngeri bgt bullying terjadi sm anak2 kita bahkan yang paling tidak kita sadari terkadang terjadi dirumah kita sndiri sadar/tdk sadar. Mgknkah mereka yang membullying itu juga korban dr bulying drmh mereka masing2? Wallahu 'alam bishawab. Yuk mari kita jaga anak2 kita

    ReplyDelete

Contact




Email : megharachma3105@gmail.com
Whatapps : 085221555924

Popular Posts